kesalanan penulisan

5 Kesalahan Penulisan yang Kerap Dilakukan

Others

Terlihat mudah, namun menulis dalam bahasa Indonesia walaupun hanya artikel tentang tips supaya brand lebih mudah ditemukan di Instagram itu cukup susah. Susahnya, karena penulisan kata harus sesuai dengan PUEBI yang benar. Jika salah dalam menulis, bukan hanya akan membuat kata tersebut memiliki arti yang lain namun juga menurunkan kualitas Anda sebagai penulis.

Agar Anda tidak mengalami kesalahan penulisan kata, berikut ini merupakan contoh kata yang salah yang masih sering dilakukan.

  • Silakan atau Silahkan

Jika diteliti, kata ‘silakan’ dan ‘silahkan’ hanya memiliki perbedaan 1 huruf saja. Sedangkan jika berdasarkan pada pengucapannya, kata ‘silahkan’ dirasa lebih tepat. Namun, tulisan yang tepat adalah ‘silakan’ tanpa ‘h’. Alasannya, tidak ada kata ‘silah’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, namun, yang ada adalah kata ‘sila’ yang berarti sudilah kiranya yang merupakan perintah halus.

silakan atau silahkan
silakan atau silahkan. pic: katabaku.com
  • Penulisan ‘di’, Pisah atau Gabung?

Banyak yang salah untuk penulisan ‘di’ pada suatu kalimat karena masih bingung apakah ‘di’ harus ditulis dengan cara dipisah atau digabung. Untuk membedakannya, maka Anda harus bisa membedakan apakah ‘di’ tersebut dipergunakan sebagai kata depan yang diikuti dengan kata tempat atau sebagai imbuhan (afiks).

Jika ‘di’ dipergunakan sebagai kata depan, maka penulisannya dipisah. Misalnya di Jakarta. Sedangkan ‘di’ untuk imbuhan atau afiks, penulisannya diikuti dengan kata kerja. Misalnya, diikuti dengan kata ‘beli’ sehingga penulisannya adalah digabung yaitu ‘dibeli’.

Sedangkan jika penggunaannya untuk kata hubung suatu kalimat seperti ‘dimana’, maka penulisan yang tepat adalah dengan cara digabung. Bukan dipisah seperti ‘di mana’.

  • Kata Hubung dalam Judul

Judul menjadi point of interest yang akan orang lihat, misalnya saat membaca berita. Penulisan judul yang salah tidak hanya akan memberikan persepsi lain namun juga nilai keprofesionalan yang berkurang.

Untuk menuliskan judul yang tepat adalah dengan menggunakan huruf kapital atau huruf besar di awal kata. Namun, untuk kata penghubung seperti ‘di’, ‘ke’, ‘dari’, ‘dengan’, ‘atau’, ‘dalam’, ‘terhadap’ dan kata hubung lain, maka penulisannya adalah dalam huruf kecil. Misalnya, Tips dan Trik Memiliki Tubuh Sehat di Bulan Ramadhan.

  • Penulisan Bentuk Terikat

Terikat dalam hal ini adalah digabung. Ada beberapa kata yang penulisannya harus digabung dengan kata yang mengikutinya. Beberapa kata yang termasuk dalam bentuk terikat adalah ‘maha’, ‘tuna’, ‘pasca’, ‘multi’, ‘ekstra’. Contoh penulisan kata yang benar untuk bentuk terikat adalah ‘mahakuasa’, ‘tunarungu’, ‘pascasarjana’, ‘ekstrakurikuler’.

  • Penggunaan Tanda Baca

Salah penempatan tanda baca dalam suatu kalimat dapat menimbulkan arti yang berbeda dalam kalimat tersebut, misalnya tanda koma. Contoh ‘saya tidak makan babi’ kata tersebut akan berbeda arti jika diberi tanda koma seperti ‘saya tidak makan, babi’.  

Selain tanda koma, kesalahan penulisan tanda baca seperti spasi, titik, tanda Tanya dan tanda seru, masih banyak dilakukan. Karena hal tersebut, Anda harus memahami kalimat apa yang akan ditulis dan maksudnya. Dengan begitu, penulisan akan lebih tepat.

Semoga informasi di atas membantu Anda. Jangan lupa untuk berlatih agar tidak ada kekeliruan ataupun typo dalam tulisan yang dibuat.